Home » Sejarah

Sejarah

Gedung PWI Kaltim

Gedung PWI Kaltim

Setelah penyerahan kedaulatan dari kolonial Belanda kepada Pemerintah Republik Indonesia tanggal 27 Desember 1949, Kalimantan Timur yang pada saat itu baru dapat mengecap alam kemerdekaan yang bebas, ingin membuktikan dirinya kepada bagian-bagian lain dari negara Republik bahwa rakyat di sini pun sanggup turut serta mengisi kemerdekaan itu. Dunia persuratkabaran, setelah tahun 50-an itu pun turut pula lahir dengan pesatnya ke tengah-tengah masyarakat di daerah ini. Terutama sekali di Samarinda sebagai kota di mana segala kegiatan sosial, kegiatan ekonomi dan politik serta lain-lain pada waktu itu dipusatkan.

Pada waktu itu dapat kita catat sejumlah surat kabar lahir dan berkembang dengan pesat sekali. Bahkan di antara surat kabar tersebut banyak yang terbit harian. Surat kabar dalam tahun lima puluhan yang terbit di Samarinda antara lain Harian Masjarakat Baru, Harian Pasific, Harian Pembina. Mingguan Wisma Berita dll. Sedangkan yang terbit di Balikpapan pada waktu itu Harian Tekad, Indonesia Merdeka Edisi Balikpapan (Kaltim), dll.

ORGANISASI PWI

Dengan lahirnya surat-surat kabar di daerah ini, berarti pula bertambahnya profesi dalam bidang jurnalistik pada waktu itu. Karena itu, oleh sementara wartawan-wartawan di Samarinda diadakan inisiatif membentuk wadah bersama yang dikenal dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Karena merasa betapa pentingnya organisasi profesi pada waktu itu, wartawan-wartawan di Samarinda, tanpa mengetahui dengan pasti bagaimana prosedurnya, membentuk organisasi profesi ini. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 24 Mei 1956, jam 20.00 malam dengan mengambil tempat di rumah saudara AA. Adiwidjaja, Redaktur Harian Pasific dengan dihadiri sejumlah wartawan di Samarinda.

PWI yang dibentuk tanpa mengetahui prosedur atau ketentuan-ketentuan yang diharuskan oleh Pengurus Pusat di Jakarta ini dipimpin oleh suatu pengurus sebagai berikut :

Ketua : AA. Adiwidjaja

Wakil Ketua : M Saleh Djaya

Sekretaris : Hiefnie Effendy

Bendahara : Asmuransjah

Dan dilengkapi oleh 3 orang pembantu-pembantu antara lain, Burhan Dachlan, M Ardin Katoeng dan Sjachrani Safei. Sedangkan anggota-anggotanya pada waktu itu tercatat sebanyak 32 orang di Samarinda dan 16 orang di Balikpapan.

Pembentukan ini dilaporkan ke Pengurus Pusat PWI yang pada saat itu masih berkantor di Jalan Medan Merdeka Selatan No.11 Jakarta.

TIDAK DIAKUI OLEH JAKARTA

Karena prosedur pembentukannya tidak sesuai dengan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga PWI, maka organisasi PWI yang dibentuk ini oleh Pusat tidak diakui. PWI Pusat dengan suratnya Nomor : 2/II/59, tertanggal 23 Februari 1959, jadi lebih kurang 3 tahun kemudian, membalas surat pembentukan PWI Cabang Samarinda itu dengan penegasan sebagai berikut :

  1. Prosedur pembentukan sesuatu cabang PWI haruslah terlebih dahulu jumlah anggota biasa, anggota muda, dll;
  2. Dari susunan keanggotaannya itu, barulah ditentukan oleh PWI Pusat status apa yang dapat diberikan kepada daerah itu; cabang atau perwakilan.
  3. Maka itu cara pembentukan ”PWI” itu tidak memenuhi prosedur dan syarat-syarat PWI dan dengan sendirinya tidak dapat kami syahkan.
  4. Untuk menjadi anggota PWI hendaklah saudara-saudara masing-masingnya mengisi formulir seperti terlampir ini.

Demikian isi surat dari Pengurus Pusat PWI yang ditandatangani oleh Sekretaris PWI Pusat Mawardi, waktu itu.

Setelah menerima surat tersebut wartawan-wartawan di Samarinda khususnya mengisi formulir-formulir tersebut dan segera mengirimkannya ke Jakarta, tetapi kecewa sekali, jangankan ditentukan status anggota-anggotanya bahkan, dibalaspun tidak oleh Pengurus Pusat PWI waktu itu.

HARIAN PASIFIC DIBREDEL

Sementara status keanggotaan wartawan-wartawan Samarinda untuk menjadi anggota PWI terkatung-katung, sebuah harian di Samarinda, Harian Pasific yang waktu itu dipimpin oleh AA Adiwidjaja dibredel oleh Penguasa Perang Daerah sedangkan AA Adiwidjaja ditahan oleh Polisi Militer Samarinda. Peristiwa ini terjadi menjelang awal bulan Desember 1958.

PWI Samarinda tidak berdaya karena belum syah. Untuk itu, secara pribadi Hiefie Effendy melaporkan semua peristiwa ini kepada Pengurus Pusat PWI yang wajtu itu diketuai oleh Sjahril. Laporan-laporan secara pribadi ini ternyata mendapat tanggapan serius dari PWI Pusat. Melalui suratnya No.531/XII/58, tertanggal 24 Desember 1958, PWI Pusat menyatakan telah membicarakan persoalaan harian Pasific Samarinda yang dibredel dan redaksi ditahan CPM itu dengan Penguasa Perang Pusat. Syukurlah peristiwa sedih ini tidak berlangsung terlalu lama, karena beberapa waktu kemudian Pasific dibolehkan terbit sedangkan Redaksi dibebaskan dari tahanan CPM.

DIUSAHAKAN SECARA PERORANGAN

Setelah beberapa tahun status keanggotaan wartawan-wartawan Samarinda untuk menjadi anggota PWI tidak ada tanggapan yang jelas dari PWI Pusat Hiefnie Effendy, perintis lahirnya PWI Cabang Kaltim yang hingga kini masih tetap aktf memimpin suratkabar Meranti di Samarinda, sekali lagi di dalam tahun 1963 mengirimkan formulir A untuk secara langsung minta diakui sebagai anggota PWI. Baru dalam tahun 1964, setahun kemudian ia diakui sebagai anggota anggota muda PWI. Hiefnie diberi kepercayaan untuk mengumpulkan data-data wartawan Samarinda dengan jalan mengisi formulir A yang dikirimkan oleh Pengurus Pusat PWI.

PERSIAPAN KE PERWAKILAN PWI SAMARINDA

Dengan lamban tetapi pasti sejumlah wartawan di Samarinda berhasil juga dikumpulkan data-datanya dengan jalan mengisi formulir A dari Pengurus Pusat.

Akhirnya dengan Surat Keputusan No.011/P.P/1967 tertanggal 14 September 1967 yang ditandatangani oleh Ketua Umumnya H Mahbub Djunaidi dan Sekjennya Drs Jacob Oetama, Hiefnie Effendy ditunjuk untuk mengetahui Persiapan Perwakilan PWI Samarinda dengan dibantu oleh beberapa orang anggota muda yang telah diakui oleh Pengurus Pusat PWI sebagai pembantu-pembantu.

Pada saat itu surat keputusan yang dikeluarkan PWI Pusat telah mengakui sebanyak 1 orang wartawan Samarinda sebagai anggota biasa PWI (Hiefnie Effendy), 18 orang anggota muda dan 5 orang anggota luar biasa.

Berdasarkan Surat Keputusan itu pula pada tanggal 7 Januari 1967 di Samarinda dibentuklah Pengurus Persiapan Perwakilan PWI Samarinda yang diketuai langsung oleh Hiefnie Effendy dengan pembantu-pembantu antara lain M. Ardin Katoeng, P Soedarmadji, A Hamid S, Arbain NS dan M Rusli BA.

PERWAKILAN PWI SAMARINDA TERBENTUK

Dengan terbentuknya Pengurus Persiapan PWI Samarinda ini, segala pekerjaan dalam mengumpulkan data-data kewartawanan untuk menjadi anggota PWI di Kaltim, lebih mantap lagi. Dan dalam bulan Maret 1970, diakui lagi wartawan-wartawan Samarinda, menjadi anggota PWI dengan status keanggotaannya sebagai berikut ; anggota

Ketua : Hiefne Effendy

Wakil Ketua : Sarman Bakrie

Sekretaris : M Ardin Katoeng

Wk. Sekretaris : Arbain NS

Bendahara : Gusti Sabri Amin.

Masa jabatan dari tanggal 10 Desember 1970 sampai Desember 1972.

Setelah masa jabatan periode tahun 1970-1972 ini berakhir dibentuklah pula pembaharuan Pengurus PWI Samarinda yang dihadiri oleh anggota-anggotanya, yang kemudian disyahkan oleh Pengurus Pusat PWI dengan Surat Keputusan No.007/PP/1973 tertanggal 1 Maret 1973, dengan ditanda tangani oleh Ketua Umum, H Rosihan Anwar dan BM Diah dan Sekjen oleh PT Togas dan Jacob Utama, dengan kepengurusannya sebagai berikut;

Ketua : Hiefne Effendy

Wakil Ketua : A.Ardin Katoeng

Sekretaris : Sarman Bakrie

Wk. Sekretaris : Gusti Sabri Amin

Bendahara : Arbain NS.

Masa jabatan tanggal 19 Pebruari 1973 sampai 19 Februari 1975.

Berdasarkan Keputusan Kongres Nasional PWI ke XV di Tretes, Jawa Timur, mengenai perubahan susunan masa kerja kepengurusan di Cabang / Perwakilan PWI, maka PWI Pusat dengan surat Keputusannya Nomor : 051/P.P/1973 tertanggal 10 Desember 1973, yang ditanda tangani Ketua Pelaksana Harmoko, Wk Ketua Pelaksana Urusan Daerah Atang Ruswita dan Sekretaris Umumnya Sunardi D.M, masa kepengurusan Perwakilan PWI Samarinda yang diketuai oleh Hiefnie Effendy diperpanjang sampai 1 Maret 1977.

Berdasarkan surat keputusan Pengurus Pusat Nomor : 003 / PP-PWI/1976 tanggal 17 Juni 1976 yang ditandatangani Harmoko dan Sunardi D.M, masing-masing selaku Ketua Pelaksana dan Sekretaris Umum mengesahkan susunan Pengurus PWI Perwakilan 1976-1980.

Adapun susunan pengurusnya ialah sebagai berikut :

Ketua : Hiefne Effendy

Wakil Ketua : HM.Ardin Katoeng

Sekretaris : Arbain NS

Wk. Sekretaris : Sarman Bakri

Bendahara : Gusti Sabri Amin

Dengan kenyataan-kenyataan ini Kalimantan Timur yang sedang bergolak dalam pembangunan itu, ternyata para wartawannyapun tak ketinggalan turut mengorganisir diri ke dalam wadah profesi yang dikenal dengan Persatuan Wartawan Indonesia, walaupun masih dalam status Perwakilan yang kelak berdasarkan jumlah anggota-anggota muda yang akan ditingkatkan statusnya menjadi cabang.

MENJADI CABANG

Status PWI Kalimantan Timur sebagai PWI Perwakilan pada tahun 1981 berhasil ditingkatkan sebagai PWI Cabang. Peningkatan status ini diperoleh dalam konferensi kerja nasional PWI di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Kepemimpinan Hiefnie Effendy ditetapkan menjadi Persatuan Indonesia Cabang Kalimantan Timur. Dengan demikian, Hiefnie Effendy adalah perintis berdirinya PWI Cabang Kalimantan Timur dan ia pula yang pertama kali memasyaratkan kehadiran organisasi para wartawan di propinsi ini.

Pada tahun 1982, kepengurusan PWI Cabang Kalimantan Timur mengalami pergantian. Melalui suatu Rapat Anggota yang dilaksanakan di aula Puspenmas Samarinda pada tanggal 12 Agustus 1982 terpilih pengurus baru PWI Cabang Kaltim dengan susunan sebagai berikut :

Ketua : HM Saleh Djaya

Wakil Ketua : Drs HS Alwy AS

Wakil Ketua : H. Sjahrumsjah Ideris

Wakil Ketua : Sudin Hadimulya

Sekretaris : Nasrullah

Wk. Sekretaris : Sjachrium Djafar BA

Bendahara : Masdari Achmad BA

Seksi-seksi

SIWO : Armawie Mahmud

RRI/TV : Parawansa Balfas

Tri Priyanto

Hankam : Hiefnie Effendy

Polri : Tatang Dino Herro

Pembantu Umum : H Sjachranuddin

Sofyan Asnawie

Aan R Gustam

Syafruddin Pernyata

Kepengurusan ini disahkan oleh Pengurus Pusat dengan surat keputusan Nomor : 007/PP-PWI/1982, ditandatangani oleh Harmoko dan Drs Djafar H Assegaff, masing-masing selaku ketua pelaksana dan sekretaris umum.

Pada masa bakti ini dipercaya sebagai anggota BPP PWI ialah M Fuad Arieph yang sehari-hari adalah Pemimpin Umum suratkabar Suara Kaltim.

KONGRES DAN ANGGOTA KEHORMATAN

Kepengurusan PWI Cabang Kaltim di bawah pimpinan HM Saleh Djaya ini berlanjut pada periode berikutnya. Ini terjadi karena pada saat akan mengakhiri masa bakti tahun 1986, PWI Pusat telah menetapkan bahwa Kalimantan Timur, akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kongres PWI XVIII.

Ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai penyelenggaraan kongres berkat dukungan Gubernur Kaltim H Soewandi. Restu Gubernur tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kemitraan antara pemerintah, pers, dan masyarakat berhasil mengusulkan dan disetujui PWI Pusat untuk menetapkan Gubernur Kaltim HM Ardans SH yang menggantikan H Soewandi sebagai Anggota Kehormatan.

Berkaitan dengan penyelengaraan kongres tersebut maka masa bakti kepengurusan PWI Cabang Kaltim akhirnya diperpanjang satu periode. Satu hal yang patut dicatat adalah dua orang di antara pengurus masa bakti 1982-1986 dan 1986-1990 telah dipanggil oleh Allah SWT, yaitu HM Saleh Djaya (Ketua) yang berpulang setelah menyelesaikan tugasnya selama dua periode, dan H Sjachrumsjah Ideris (Wakil Ketua).

Kaderisasi di lingkungan PWI Cabang Kaltim berjalan dengan baik. Pada saat rapat anggota PWI Cabang Kaltim 7 September 1990 berhasil ditetapkan susunan pengurus PWI Cabang Kaltim masa bakti 1990-1994.

Pengurus baru ini memperlihatkan terjadinya unsur kesinambungan dan kaderisasi seperti terlihat dengan susunan pengurus berikut ini

Ketua : HM Fuad Arieph

Wakil Ketua

Bidang Organisasi : Sofyan Asnawie

Wakil Ketua

Bidang Pendidikan : Ibrahimsyah Rahman

Wakil Ketua

Bidang Kesejahteraan : H Rizal Effendi SE

Sekretaris : Syafruddin Pernyata

Wk. Sekretaris : Nasrullah

Bendahara : Tatang Dino Herro

Wk. Bendahara : H Aan R Gustam

Seksi-seksi

SIWO : Eddy Alioeddin

Syahrium Djafar BA

RRI/TV : Parawansa Balfas

Hukum : Sabran Malisi SH

ABRI/Hankam : Hiefnie Effendy

Asmuran

Budaya/Film : Habolhasan Asyari

Ibrahim Konong

Pariwisata : Drs Sulaiman Amir

KLH : Drs Johansyah Ibrahim

Bambang Sumantri

Migas : Miskuddin Taufik SH

Supriyadi AM

KESEJAHTERAAN, KONSOLIDASI DAN KEMITRAAN

Salah satu usaha yang menonjol dari kepengurusan masa bakti 1990-1994 ialah usaha di bidang konsolidasi organisasi. Dalam kerangka itu, pengurus masa bakti 1990-1994 memanfaatkan secara maksimal semua potensi yang ada. Konsolidasi itu bisa dicapai dengan menetapkan mekanisme kerja sehingga mereka yang diberi kepercayaan dapat melaksanakan tugas sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Konsolidasi internal yang dicapai itu menjadi potensi bagi kiprah kepengurusan masa bakti ini, sehingga upaya-upaya untuk meningkatkan kesejahteraan wartawan dapat diagrap dua hal yang menonjol untuk bidang ini ialah didirikannya koperasi dan dimulainya pembangunan perumahan untuk wartawan.

Bidang lain, PWI Cabang Kaltim terus membina kemitraan dengan pemerintah, khususnya pemerintah daerah. Harmonisnya kemitraan itu sehingga atas usul PWI Cabang Kaltim, Gubernur HM Ardans SH yang dalam masa bakti Alm Saleh Djaya diangkat sebagai Anggota Kehormatan ditetapkan oleh PWI Pusat untuk mendapat Anugerah Pena Mas pada bulan Agustus tahun 1993.

Pemerintah Daerah sendiri sangat besar perhatiannya terhadap PWI Cabang Kaltim. Ini dibuktikan dengan dana sekitar Rp 400 juta melalui dana APBD Kaltim. Gedung itu diresmikan tanggal 3 Juli tahun 1995 bersamaan dengan diadakannya Rapat Anggota. Gedung tersebut kini menjadi pusat kegiatan PWI Cabang Kalimantan Timur.

Keberhasilan Fuad Arieph memimpin roda organisasi mengantarkannya pada jabatan yang sama untuk kedua kali, yaitu masa bakti 1995-1999. Rapat anggota 10 juli 1995 telah menetapkan susunan pengurus baru (kemudian di SK kan oleh PWI Pusat dengan SK Nomor : 009/PP-PWI/1995) dengan susunan sebagai berikut :

Ketua : HM Fuad Arieph

Wakil Ketua

Bidang Organisasi : H Rizal Effendi SE

Wakil Ketua

Bidang Pendidikan : Sofyan Asnawie

Wakil Ketua

Bidang Kesejahteraan : H Aan R Gustam

Sekretaris : Drs Syafruddin Pernyata

Wk. Sekretaris : Bambang Sumantri

Wk. Sekretaris : Nasrullah

Bendahara : H Asmuran

Wk. Bendahara : Eddy Alioeddin

Seksi-seksi

Olahraga : Sabran Malisi SH

Drs Johansyah Ibrahim

Elektronik : Arkani K BA

Anwar Mawardi K

Budaya/Pariwisata : H Achmad noor

Maman Saputra

Polkam : Hiefnie Effendy

H. Syachranuddin SH

KLH : H Masdari Achmad BA

Rolex Malaha

Pertambangan-Energi : H Tri Widodo

Tri Sadyoko

Pertanian Kehutanan : Drs Johansyah Ibrahim

Ir Zairin Zain

Biro-biro :

Hukum : A Sofyan Masykur SH

Ekon Effendy Th

Pendidikan : H Syafril Teha Noer

An Thomas

Kesejahteraan : H Syahrium Djafar BA

Drs Rosihan Anwar.

Titik berat program pengurus masa bakti 1995-1999 ialah peningkatann sumber daya manusia, khususnya kualitas wartawan diiringi dengan terjalinnya komunikasi dan interaksi antar jajaran wartawan dengan pemerintah dan masyarakat.

Kepemimpinan HM Fuad Arieph yang mestinya sudah berakhir tahun 1999, terpaksa molor, karena Konferensi Cabang (Konfercab) untuk memilih ketua dan pengurus PWI Cabang Kaltim masa bakti lima tahun berikutnya baru dapat terlaksana 25 November 2000 di Kantor Sekretariat PWI Kaltim Jl Biola 8 Samarinda. Walau demikian, Konfercab PWI Kaltim untuk memilih ketua dan kepengurusan masa bakti 2000-2005 dapat terlaksana dengan baik dan telah berjalan sukses, yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat H Tarman Azzam serta Gubernur Kaltim H Suwarna AF, Sekprov Drs HS Sjafrans dan undangan lain.

Dalam Konfercab PWI Kaltim, Sabtu 25 November 2000 itu, terpilih sebagai Ketua HA Sofyan Masykur SH untuk masa bakti 2000-2005. Kepengurusan PWI Cabang Kaltim masa bakti 2000-2005 itu sebagai berikut :

Ketua : HA Sofyan Masykur SH

Wakil Ketua Bidang

Organisasi dan Pembelaan

Wartawan : H Aan R Gustam

Wakil Ketua Bidang

Pendidikan : Drs H Syafruddin Pernyata

Wakil Ketua Bidang

Kesejahteraan : H Eddy Alioeddin

Sekretaris : Drs Achmad Bintoro

Wk. Sekretaris I : Drs Andik Riyanto

Wk. Sekretaris II : Drs Wardi

Bendahara : Drs Mecky R Giroth

Wk. Bendahara : H Habolhasan Asyari

Seksi-seksi

Pendidikan dan SDM : H Syafril Teha Noer

Achmad Djajadi A

Kesejahteraan : Drs Muh. Roghib

Drs M Imron Rosyadi

Pertanian dan Kehutanan : Ir H Hadri

Drs Ismail Hz

Pertambangan dan Energi : Drs Bambang Janu

Ir Maturidi

Media Elektrtonik : Yustina Tri FH

Drs Dt Iskandar Z

Pariwasata dan

Lingkungan hidup : Drs Anwar Mawardi K

H Asnan Haroen

Wartawan Olahraga : H Supriyadi

Drs Yayat S Soelaiman

Kepengurusan masa bakti 2000-2005 ini, merupakan era baru dan zaman baru. Sebab, seperti diketahui tumbangnya rezim Orde Baru pertengahan 1999 menyebabkan terjadinya babak baru dalam perjalanan sistem pers nasional, yakni menuju era baru yang disebut fase transisi dan era reformasi.

Dalam era baru fase transisi dan era reformasi ini, antara lain, ditandai dengan lahirnya produk hukum pers baru, yakni UU 40/1999 tentang Pers. Organisasi pers lahir begitu banyak, demikian pula jamaah media atau penertiban dan anggota wartawannya. Walau demikian eksistensi wadah PWI sebagai organisasi pers tertua di Tanah Air tetap kokoh dan solid, termasuk di Kaltim

Kepengurusan PWI masa bakti 2005-2009 sebagai berikut :

Ketua : Ir H Maturidi

Wakil Ketua

Bidang Organisasi : Sardi Ary

Wakil Ketua

Bid. Pembelaan Wartawan : Drs Andik Riyanto

Wakil Ketua

Bidang Pendidikan : H Syahrium Djafar BA

Wakil Ketua

Bidang Kesra : Intoniswan

Sekretaris : Drs Achmad Bintoro

Wk. Sekretaris I : Ir H Hadri

Wk. Sekretaris II : H. Zamroni

Bendahara : Drs Mu. Roghib

Wk. Bendahara : Iwan Setiawan

Sie. Bidang Kesra : Yustina TFH SH

Munanto

Sie. Bidang Pendidikan : M Imron Rosyadi S Sos

Muryadi Syahmi

Sie. Bidang Media Elektronik : Ahmad Djayadi

Eko Susanto

Sie. Bidang Hankam/Polri : H Purwadi AS

Samsul Arifin

Sie. Bidang Pertanian/Kehutanan : H Syarifuddin

Drs Ismail Hz

Sie. Bidang Pertambangan/Ling.Hidup : Drs Mecky R Giroth

Sie. Bidang Pariwisata/Budaya : H Sa’adillah Hasbullah

Sie. SIWO : Dt Iskandar Z

Wiwid Marhaendra

  Copyright ©2009 Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Timur, All rights reserved.Powered by WordPress